Pages

Latest Post

Perbedaan Draft UU Cipta Kerja 1028 Halaman dan 905 Halaman

Written By Sakif on Tuesday, 13 October 2020 | October 13, 2020

 RUU Cipta Kerja yang baru disahkan pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu menuai reaksi keras dari publik. Meskipun sebagian pengusaha dan pendukung pemerintah tetap mencitrakan kebaikan dampak UU ini untuk Indonesia. Namun pihak yang menolak lebih banyak. Bahkan sebagian pendukung pemerintah pada Pilpres 2018 banyak yang berputar haluan.

Modal Kerja Dari Rumah Tanpa Riba


 


Usaha dari rumah tanpa riba dalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan setiap keluarga. Namun sayangnya, seringkali keluarga yang ingin memiliki usaha dari rumah terhalang kepemilikan modal. Padahal mereka bisa mengajukan pembiayaan melalui bank syariah. Memilih bank Syariah dari bank konvensional adalah salah satu upaya menghindari yang haram masuk ke dalam tubuh.

Pra Pesan Gelombang 1 Menuju Rumah Tanpa Riba Segera Ditutup!

Written By Sakif on Saturday, 10 October 2020 | October 10, 2020

 



Bismillahirrahmaanirahiim..

Akan datang suatu zaman, dimana riba tak dapat dihindari. Masuk ke rumah-rumah, menjadi adat dan dianggap teman dekat. 

Ia mampu membuat hati terlelap, mata kian merapat, namun langkah kaki tetap tegap, menuju jalan yang kian gelap. 

Tidak ada berkah di sana, apalagi cahaya yang menunjukkan pada solusi terbaik, yang mungkin ditawarkan semesta melalui tangan-tangan dan wajah berhias senyuman, penuh kepalsuan

Benarkah kita berada pada zaman yang demikian? Zaman di mana riba dianggap sebagai teman dekat, mengikat, mencengkeram keuangan dan banyak kepentingan begitu kuat.



Mengapa “Menuju Rumah Tanpa Riba” ditulis?

Jadi, niat awal nulis buku #MRTR ini adalah sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Atas ilmu yang sudah dipelajari di bangku kuliah, dan banyak kesempatan mengikuti kajian ekonomi syariah. Sekaligus pengingat diri penulis, biar nggak lupa sama apa yang sudah dipelajari. Biar suatu hari saat futur, inget pernah mengikat ilmu lewat tulisan.

Tulisan ini juga salah satu caraku untuk "berbicara".

Karena melihat fakta di masyarakat, sering banget nemui orang ga bisa bedain antara jual beli sama riba. Persis kelakuan orang jahiliyah. Diabadikan tuh kan dalam Q.S. Al Baqarah ayat 275-278. Cek deh.

Nggak sedikit orang yang menganggap remeh urusan riba ini. Padahal termasuk dalam asalah satu dosa besar, loh 😞

Fatwa jumhur ulama jelas menyatakan: Bunga Bank= Riba. Tapi apakah setiap muslim sudah benar-benar "menerima"? Buktinya: TIDAK.

Tetap saja, orang-orang bisa ngerasa tenang punya banyak saldo di bank konvensional yang jelas berbasis bunga (riba)

#soSad

Terus, udah gitu anggapan bank Syariah= bank konvensional bergaung persis tawon baru kehilangan sarangnya. Ngamuk deh kemana-mana.

#Emang Beda?

Duh, makanya belajar dulu, 8 semester+4 semester, biar nggak salah paham.

Eh, ga usah nggak papa. Boros waktu nanti. Baca aja buku "Menuju Rumah Tanpa Riba" ini. Semoga mencerahkan dan mudah dipahami.

Emang udah cetak nih #MRTR?

BELUM.

Makanya, ikut pra pesan dong biar nggak ketinggalan baca.



Apa untungnya punya buku "Menuju Rumah Tanpa Riba"?


Tentu saja, bukan keuntungan finansial secara langsung yang akan didapat. Kecuali bukunya dibeli, terus diresensi. Nah, tulisannya kirim tuh ke media. Terus dibayar sama media. Untung, kan? Minimal dapat ganti uang yang udah buat beli buku.


Tapi lebih dari itu, penulis ingin pembaca mendapat manfaat lebih. Minimal setelah beli dan baca buku ini, pada paham apa itu riba. 

Nggak lagi bilang "Ini riba, ini bukan." Tapi pas ditanya, kok bisa? "Nggak tahu. Kayanya gitu." Please, riba itu diputuskan ga pake prasangka, apalagi perasaan.

Nah, kalau sudah tau definisi riba, syaratnya gimana bisa terjadi, dan dampaknya yang NGE-RIBA-nget baik buak kehidupan pribadi, sosial sampai nasional dan tatanan ekonomi dunia, minimal jadi nggak parno sama yang belajar ekonomi Islam.

Nggak perlu lagi nyinyir, "Alah... ekonomi Islam sama konvensional sama aja kan?" Atau yang lebih parah bilang, "Ternyata bank Syariah sama mahalnya dengan bank konvensional."

Hello...udah pernah belajar konsep akad belum? Kalau belum, belajar dulu yuk... baru ngomong lagi.

Oke, terus apa lagi?

Huhuhu...penulis nggak berani jamin nih, buku bakal beredar sampai kapan. Yah, meskipun ditulis dengan maksud dan cara yang baik, diterbitkan dengan benar... siapa sih yang bisa meramal masa depan?

Ada kemungkinan, misal ada pihak yang nggak suka sama isinya terus melarang beredar. Jangan sampai, sih..semoga. 

Tapi jadi penulis kudu siap mental, kan?  Percaya aja, orang Indonesia  baik-baik, mau diajak nurut sama hukum pemilik alam.

Makanya, buruan ikutan beli yuk? Semoga jadi sarana kebaikan ekonomi dan pemahaman kita semua tentang ekonomi islam.

Pembaca Menuju Rumah Tanpa Riba

Percayalah, semakin jarang orang peduli pada riba, semakin berbahaya pula masa depan ekonomi kita. Karena dampak riba tidak hanya menyerang kehidupan pribadi. Tapi juga keluarga, lingkungan, bahkan negara.

Sekarang ini, jarang orang peduli pendapatannya benar-benar halal atau haram. Bahkan dikelola sama lembaga keuangan halal atau haram pun bodo amat. Yang penting "ngerasa" aman. Padahal kalau tiba-tiba dilikuidasi seperti Century, atau di-bailout sama bank sentral, nasabah bisa apa?

Makanya udah, jangan terlalu berharap dampak riba di kehidupan ekonomi dan pribadi itu bakal hilang dari muka bumi. Lha wong bedain mana riba atau bukan juga masih nanya, emang apa bedanya? 

Padahal, kalau mau halal juga bisa. Fasilitas tersedia lengkap kok di sekitar kita. Kalau mau dapat harta yang berkah itu gimana, caranya juga gampang.

Tapi nggak. Tetap saja dianggap susah. Bukan karena susah, sebenarnya. Cuma karena belum tau ilmunya.

Jadi, kalian termasuk yang mana?

1. Udah paham bab halal-haram harta dan menerapkannya dalam kehidupan

2. Belum paham dan mau belajar

3. Belum paham dan nggak peduli

Atau termasuk ini:

4. Udah paham dan nggak mau peduli?

Apapun itu, buku "Menuju Rumah Tanpa Riba" tetap layak dimiliki. Bukan cuma karena sedang PO dan harganya murah (banget, kalau dibanding sama buku baru di toko buku). Tapi juga karena apa yang tertulis di dalamnya ini, insya Allah siap membantu mewujudkan sistem keuangan yang menyejahterakan seluruh umat manusia.



Jadi, kalau kalian termasuk golongan 1, buku ini bisa dibeli, dijadikan hadiah buat mereka yang keuangannya masih berantakan.

Kalau masuk golongan 2, bisa dibaca, dipahami, dan dipraktikkan. 

Kalau masuk golongan 3, beli aja. Ntar hadiahkan buat mereka yang peduli. Insya Allah, minimal dapat pahala berbagi.

Kalau masuk golongan 4? Wah.. beneran harus beli ini, mah. Karena kalau ketidakpedulian itu dibiarkan, ga dilawan sendiri, bisa jadi sarang setan buat bisikin jadi jahat beneran.

Atau beneran pengen beli tapi belum punya uang? Ya udah pesen dulu aja, bayar ntar kalau udah ada uang. Lebih bagus lagi, kalian ajak temen, keluarga, kerabat, komunitas buat beli buku ini. Semakin banyak yang kalian ajak, ntar bisa dapet buku gratis. Kenapa? Ajakannya berkah, insya Allah keinginan ikut bukunya pun dipermudah.

Pra pesan masih dibuka kok, tinggal isi aja data di sini. Setelahnya pasti dapat konfirmasi tagihan. Buruan, ya… Pra pesan gelombang 1 ditutup hari ini. Besok ganti hari, harga udah beda lagi. Jadi mau pesan sekarang atau besok-besok? Terserah, itu kan pilihan. Hehehe 



Pejuang Riba Sejati

Written By Sakif on Sunday, 6 September 2020 | September 06, 2020



Istilah riba, pada dasarnya tidak hanya dikenal oleh kalangan muslim. Agama lain seperti Nasrani, Hindu dan Buddha pun mengenal dan melarang riba dalam praktik ekonomi. Apalagi bagi bangsa Yahudi (yang dulu dikenal sebagai agama samawi), riba merupakan pelanggaran yang berat dalam ajaran murni mereka.

Dampak Moneter Uang 75 Ribu

Written By Sakif on Saturday, 5 September 2020 | September 05, 2020

 


Uang 75 ribu telah beredar sejak 17 Agustus yang lalu, sebagai lambang peringatan 75 tahun Indonesia merdeka. Terdapat banyak nilai flosofis terkandung dalam pencetakan pecahan rupiah spesial ulang tahun kemerdekaan Indonesia kali ini. Mulai dari bahan yang eksklusif, meskipun tidak mengandung emas atau perak.

Perbedaan Murabahah, Salam dan Istishna’

Written By Sakif on Monday, 27 July 2020 | July 27, 2020

Perbedaan Murabahah, Salam dan Istishna’

Bahaya Harta Haram

Written By Sakif on Friday, 24 July 2020 | July 24, 2020

Apa jadinya ketika harta haram masuk ke dalam tubuh?

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hijrah Finansial - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger