Pantai Nguyahan Sebagai Objek Wisata Halal? Ini Faktanya

Post a Comment
Konten [Tampil]

pantai-nguyahan


Tren wisata halal kini semakin dikenal dunia. Konsep halal tourism telah menjadi kebutuhan pokok seluruh muslim di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagai salah satu destinasi wisata internasional, sudah seharusnya Indonesia menyiapkan diri menyambut tren wisata dengan konsep halal ini.

Obyek wisata yang mendapat label  halal bukan berarti tempat itu hanya boleh dikunjungi oleh muslim, bukan. Konsep halal tourism adalah konsep manajemen tempat wisata yang ramah dikunjungi oleh muslim. Artinya ada tempat ibadah yang tersedia, aman untuk muslim atau muslimah meskipun berkunjung sendiri.

Destinasi wisata ini mampu menyediakan akses transportasi publik yang memadai, tempat menginap yang aman, fasilitas ibadah, sampai ketersediaan makanan. Ya, konsep halal tourism juga mengatur tentang tersedianya makanan halal. Tidak boleh ada minuman beralkohol dan makanan haram yang dijual bebas.

Beberapa tempat wisata di Lombok sudah menyatakan diri siap menyediakan hotel yang sesuai prinsip syariah dan tempat wisata halal. Maka menjadi wajar ketika destinasi wisata di pulau-pulau lain di Indonesia berbenah diri agar bisa mendapat predikat halal dan nyaman dikunjungi oleh setiap muslim dari berbagai penjuru dunia.

Apakah Wisata Pantai Nguyahan Gunungkidul Halal?

Selain Lombok dan Bali, Jogja merupakan salah satu tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi turis domestik dan mancanegara. Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Jogja. Mulai dari pusat perbelanjaan di Malioboro, situs kerajaan, hingga spot foto yang bertebaran hamir di setiap sudut kota.

Selain kota, tersedia juga wisata alam, pantai, air terjun, dan wahana bermain di sekitarnya. Salah satu dari ratusan pantai yang berjajar di sepanjang pesisir selatan Provinsi Yogyakarta, ada pantai Nguyahan yang bersanding dengan pantai Ngerenehan dan Ngobaran.

Ketiga pantai tersebut berada di kawasan yang berdekatan, sehingga sekali beli karcis masuk bisa berkunjung ke semua pantai tersebut sekaligus. Pantai Ngobaran dan Nguyahan hanya terpisah tebing yang di atasnya berdisi bangunan semacam pura.

Sementara pantai Ngerenehan terpisah agak jauh di sebelah timur, pantai ini merupakan salah satu pantai nelayan dan tempat pelelangan ikan. Karenanya, tidak banyak pengunjung yang memilih bermain ke pantai ini.

Pada tahun 2018, salah satu skripsi mahasiswa UII mengangkat penelitian tentang kesiapan Pantai Nguyahan sebagai bjek wisata halal di Yogyakarta. Penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas ibadah dan akomodasi di pantai Nguyahan memang sudah bisa dianggap memenuhi standar wisata dengan predikat halal.

Pantai ini menyediakan toilet meskipun sekadarnya, makanan halal karena mayoritas produk lokal atau hasil laut, tempat ibadah berupa musholla dan cukup aman dengan penjagaan warga. Akan tetapi belum tersedia penginapan yang memadai, transportasi umum juga tidak sampai ke pantai ini.

Untuk mencapai pantai Ngerenehan, Ngobaran dan Nguyahan pengunjung harus menggunakan armada pribadi atau sewa. Mungkin sebelum pandemi saat musim liburan ada bus yang mau beroperasi dari pusat kota Gunung kidul di Wonosari hingga pantai.

Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad ini menghasilkan kesimpulan bahwa stakeholder wisata pantai Nguyahan dianggap belum siap untuk menyelenggarakan wisata halal. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki agar selanjutnya wisata pantai di daerah Gunung kidul lebih ramah terhadap wisatawan baik muslim, non muslim, domestik maupun mancanegara.

Standar Wisata Halal Yang Harus Dipenuhi Pengelola

Berdasarkan ulasan dari beberapa sumber, ada beberapa standar yang harus dipenuhi oleh pengelola tempat wisata untuk memenuhi kriteria halal. Konsep halal yang harus tersedia di tempat wisata bukan untuk mengubah konten utama, tapi lebih pada kualitas layanan yang sesuai dan ramah untuk pengunjung muslim.

1. Makanan

Makanan dan minuman adalah bahan bakar energi pengunjung saat berwisata. Tentu para pengunjung muslim tidak ingin terjebak dalam pilihan makanan haram saat berwisata, maka destinasi wisata harus menyediakan makanan dan minuman yang terjamin halal khususnya untuk para pengunjung muslim.

Pasar wisatawan muslim di seluruh dunia sangat luas. Tidak heran jika negara-negara maju yang justru penduduknya dominan non muslim mulai berlomba menyediakan tenpat wisata yang ramah terhadap kunjungan umat Islam. Karena mereka tidak ingin kehilangan pangsa pasar.

Di Indonesia sendiri harusnya lebih mudah untuk menciptakan iklim wisata halal. Dalam bidang bisnis, produsen atau supplier makanan dan minuman bisa memastikan produk yang mereka jual mendapat standar resmi dari MUI untuk menyediakan label halal.

2. Toilet

Selain makanan dan minuman, pengunjung pasti membutuhkan toilet yang bersih, terpisah antara toilet pria dan wanita, serta bisa digunakan untuk berwudhu. Sehingga ketika pengunjung ingin menunaikan ibadah dapat dengan mudah melaksanakannya.

3. Tempat Ibadah

Ketersediaan tempat ibadah yang nyaman menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi penyelenggara wisata. Tanpanya, umat Islam kesulitan melaksanakan sholat setelah adzan berkumandang. Selain nyaman, penanda waktu shalat juga perlu berfungsi dengan baik agar pengunjung mengetahui waktu melaksanakan kewajiban.

4. Petunjuk Arah

Jika di atas kertas pengunjung bisa melihat denah dan peta, di lokasi aslinya petunjuk arah perlu tersedia agar wisatawan tidak tersesat. Papan petunjuk arah tentu sagat berfungsi terutama jika destinasi wisata halal yang dimaksud berada di area yang cukup luas.

Menurut Jatman, indikator yang harus tersedia pada destinasi wisata halal adalah ACES (Access, Communication, Environment and Service). Dengan kata lain, pengunjung harus bisa menikmati destinasi wisat atersebut dengan aman dan nyaman karena setiap kebutuhannya untuk berwisata terpenuhi tanpa meninggalkan kewajiban sebagai manusia yang beriman.

Tren wisata halal ini diharapkan dapat menjadi pemicu ketertarikan para wisatawan untuk berkunjung yang secara otomatis meningkatkan perputaran ekonomi. Sesungguhnya selain mneguntungkan dari segi ekonomi, wisata yang terjamin halal dapat dinikmati dengan nyaman oleh semua kalangan tanpa memandang ras, golongan maupun agama.

Related Posts

Post a Comment