Pages

Home » » 4 Fungsi Uang yang Jarang Disadari

4 Fungsi Uang yang Jarang Disadari

Written By Sakif on Monday, 20 September 2021 | September 20, 2021

 

fungsi-uang

Kita mengenal fungsi uang adalah sebagai salah satu alat yang sah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saat ingin makan bakso, pergi ke warung dan makan di sana, Anda harus membayar dengan uang setelah selesai. Begitu juga ketika ingin membangun rumah, membeli pakaian, alat elektronik, apapun itu yang dijual, bisa berpindah kepemilikan setelah barang atau jasa tersebut ditukar dengan uang.

Ya, uang berfungsi sebagai alat tukar barang dan jasa, sekaligus alat pembayaran yang sah. Dengan demikian, uang menjadi penting dimiliki oleh setiap orang. Tanpa uang, barang dan jasa sulit berpindah kepemilikan dan tempat. Akan tetapi bukan berarti hanya uang yang bisa menukar nilai barang dan jasa. Fungsi uang dapat digantikan dengan benda berharga lainnya.

Baca juga: perbedaan kredit dan pembiayaan

Benda berharga lain yang dapat menggantikan fungsi uang diantaranya adalah logam mulia seperti emas dan perak. Zaman dulu, emas dicetak berbentuk koin dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di banyak negara. Sekarang, semua negara di dunia menggunakan uang kertas dan koin yang bukan emas atau perak sebagai uang

Fungsi Uang Selain Alat Tukar dan Pembayaran

Fungsi uang ternyata tidak cukup hanya sebagai alat tukar dan pembayaran. Kehidupan sosial dan karakter manusia membuat uang memiliki nilai lebih dari sekadar “alat”. Manusia tertarik untuk memiliki uang lebih banyak dari sebelumnya, menyimpan, menjadikannya sebagai standar pengukuran prestise atau status sosial. Berikt beberapa fungsi uang yang kadang tidak disadari banyak orang:

Baca juga: cara menikmati kekayaan

1.       Dianggap Sebagai Harta

Orang dengan uang banyak, dianggap sebagai orang kaya. Semakin banyak angka berderet di rekeningnya, atau semakin tinggi limit kartu kreditnya, semakin mudah baginya memiliki banyak fasilitas di dunia.

Uang memang bisa membeli barang-barang mewah, segala kebutuhan hidup, bahkan dunia dan isinya. Jika barang-barang tersebut dianggap sebagai harta atau standar kekayaan, maka cukuplah sampai di situ nilainya di hadapan manusia. Orang lain akan dengan mudah mengukur dan bersikap padanya hanya berdasarkan nominal.

Padahal sebagai muslim, hidup tidak layak dinilai hanya dari ukuran harta dan kepemilikan akan uang. Karena dalam konsep ajaran Islam, harta adalah titpan yang cukup dikelola dengan tangan dan dikendalikan dengan akal. Tidak layak bagi seorang muslim untuk menempatkan harta di dalam hatinya, sehingga ia mencintai, menganggapnya tinggi untuk merendahkan orang lain.


2.       Dianggap Sebagai Prestasi dan Status Sosial

Tidak jarang kita temui masih ada masyarakat yang sangat menghormati orang dengan banyak uang dan harta dan bersikap sebaliknya kepada orang yang tidak punya apa-apa. Alangkah miris jika ini masih terjadi di kalangan umat Islam. Bukankah Islam mengajarkan kita untuk bersikap sama terhadap siapapun, tidak peduli pada status kaya atau miskinnya?

Jika kita bisa bersikap sopan, sayang, hormat, baik kepada orang yang memiliki banyak uang, maka seharusnya demikian pula sikap kepada orang yang tidak punya uang. Meskipun mungkin bentuk hormat dan sayangnya berbeda. Kepada orang yang sudah banyak uang, kita hanya perlu bermanis kata. Sementara kepada mereka yang tidak punya apa-apa, selain manis kata kita bisa tambahkan berbagi bahagia dengan apa yang mereka butuhkan.

Berbagi kebahagiaan dengan mereka yang tidak punya uang justru merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan fungsi uang. Kita bisa membagi langsung dalam bentuk uang, atau barang yang akan membantu mereka menikmati hidup dengan cara lebih baik.

Seseorang tidak akan menjadi miskin dengan banyak berbagi, dan tidak otomatis menjadi kaya dengan banyak menyimpan uang. Toh akhirnya status hasil label orang lain yang menganggap banyak uang sama dengan kaya itu tidak akan membantu apa-apa. Status sosial yang tinggi tidak bisa menjamin seseorang masuk surga.

Bagi seorang muslim, uang dan segala bentuk harta adalah titipan. Sewaktu-waktu bisa diberi oleh pemiliknya dengan cara yang tidak disangka, atau diambilNya dalam sekejap. Lalu untuk apa menganggapnya sebagai standar kekayaan dan status sosial?

3.       Dapat Mendekatkan Sekaligus Memisahkan Hubungan

Keajaiban fungsi uang yang jarang disadari orang berikutnya adalah bahwa lembaran kertas dengan nominal di atasnya itu bisa mendekatkan sekaligus memisahkan hubungan. Berapa banyak orang saling terhubung dengan adanya uang. Orang bisa saling bertemu karena uang, atau berpisah juga karenanya.

Dalam kejadian sehari-hari, hal ini tentu lumrah dan tidak salah. Akan tetapi ada juga kasus ekstrim yang melibatkan ikatan pernikahan, atau kekeluargaan. Orang mau menikah karena calon pasangannya begaji tinggi, memiliki uang yang banyak di tabungan, atau berpenghasilan di atas rata-rata. Ada juga yang mengaku sahabat, saudara dekat, atau kerabat karena uang.

Segala sesuatu datang dengan sebab, pun pergi dengan sebab. Hubungan yang dilandasi oleh motivasi keuangan, akan mudah terpisah dengan sebab yang sama. Seseorang yang menikah karena harta, suatu saat pasti diuji dan bisa berpisah pun karena sebab tersebut. Tidak sedikit cerita orang kaya yang kehilangan sahabat dan kerabat, seiring dengan hartanya yang habis.

Baca juga: Hubungan saudara kandung

4.       Uang Dapat Membeli Sekaligus Menjual Kebahagiaan

Fungsi uang semakin epic saat bisa membeli sekaligus menjual kebahagiaan. Bagi sebagian orang, bahagia adalah ketika bisa membeli sesuatu yang diinginkan. Kebanggaan juga mungkin terwujud ketika berhasil menyingkirkan sesuatu yang mengganggunya menggunakan uang.

Uang bisa menggadaikan kebahagiaan seseorang, ketika ia butuh sesuatu  tetapi tidak ada yang bisa diberikan kepada orang lain untuk ditukar dengan uang kecuali kebahagiaannya. Orang yang menjual diri, misalnya. Atau orang yang menggadaikan mimpinya untuk sekolah, namun harus bekerja demi uang.

Apakah fungsi uang yang tidak kentara di atas salah? Tentu tidak sepenuhnya. Setiap orang berhak bahagia dan memenuhi kebutuhan hidup dengan caranya masing-masing, dan tidak ada yang salah dengan pilihan tersebut.

Hanya saja sebagai muslim, kita perlu paham bagaimana cara yang benar untuk menggunakan uang dalam kehidupan sehari-hari. Jangan biarkan uang menguasai hati dan mengambil kendali atas diri kita. Tidak selayaknya lembaran uang kertas dan gemericik koin logam mengalihkan perhatian kita dari syari’atNya.

Baca juga: prinsip syariat dalam muamalah

Share this article :

1 comment:

  1. Fungsinya jadi menyedihkan ya...
    Sampai ada lagunya, versi Indonesia juga Barat.
    Mudah-mudahan kita mah nggak gitu, aammiin

    ReplyDelete

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hijrah Finansial - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger